"Bagaimana gak nyesel, Di? Terlalu banyak ejekan yang gue lontarkan kepadanya," ucap Vino dengan raut wajah sedihnya. "Gue mengerti. Gue pun sebenarnya juga begitu. Tapi, Arawan Sinaga, sahabat terbaik kita. Sahabat bagi kita semua, kini telah bersemayam di tempat yang belum bisa kita jangkau. Tugas kita di sini hanyalah untuk membuat dia tersenyum di alam sana. Sekali lagi, jangan buat dia bersedih dengan penyesalan lo itu!" ungkapku. Vino hanya terdiam mencerna setiap kata yang kuucapkan. *** POV Ardi berakhir Sementara itu di tempat lain, nampak seorang gadis cantik yang sedang meneteskan air mata sembari memandangi layar teleponnya. Si cantik itu kini benar-benar dalam keadaan yang tidak baik. "Terima kasih atas semua yang kamu berikan, Wan," ucapnya. Gadis itu adalah Alya. Ia se

