Ketika Frins melihat jika peralatan kerja Komi ada di salah satu sudut kamarnya saat itu Komi pun mencoba untuk mencari buku yang sepertinya Komi sembunyikan dari dirinya atau orang lain, meskipun saat itu Frins Sada jika apa yang di lakukannya akan sedikit beresiko dan tidak sopan terhadap orang yang memiliki buku tersebut, tapi Frins begitu sangat penasaran akan hal tersebut sehingga Frins pun langsung saja mencoba mencari buku tersebut ke peralatan kerja Komi yang saat itu ada di kamar tersebut.
" Maaf Komi entah apa yang merasuki diri ku tapi aku tak bisa menahan rasa penasaran ku yang saat ini begitu sangat ingin tahu buku apa yang kau sembunyikan dariku, aku sangat ingin mengetahui isi dari buku tersebut, aku tak bisa bertanya baik-baik pada mu mengenai buku tersebut karena sepertinya jika aku melakukan itu, semuanya akan percuma. Jadi sekarang keputusan ku adalah diam-diam melihat apa yang sebenarnya ada di dalam buku tersebut meskipun aku tahu jika apa yang aku lakukan ini tidak sopan tapi maaf Komi aku tidak bisa menahan rasa penasaran ku yang ingin melihat isi dari buku tersebut. Sekali lagi maafkan sikap ku yang lancang ini Komi,"ujar Frins dalam hatinya saat itu sambil terus mencoba mencari buku yang Frins maksud di dalam sebuah tas yang berisi peralatan kerja Komi.
Beberapa saat Frins mencari ke seluruh tas yang berisi peralatan Komi Frins tidak sampai dapat menemukan buku yang Frins maksud saat itu.
" Aku yakin jika aku sudah mencari ke seluruh bagian dari tas ini tapi aku tidak bisa menemukan buku yang aku maksudkan, apa memang buku tersebut tidak ada di tas ini?"ujar Frins dalam hatinya bingung.
Dan saat itu pun apa yang di pikirkan Frins memang benar, buku yang Frins maksud sedang tidak ada di sana karena Komi yang menyimpan buku tersebut di dalam kantong celananya saat itu.
" Lebih baik aku tidak memaksakannya sekarang aku tak ingin ada sesuatu yang buruk terjadi apa lagi jika sampai Komi atau ibu memergoki aku yang sekarang sedang mencari sesuatu, dan ini sudah cukup lama aku pergi sebaiknya aku kembali ke ibu untuk membantunya sebelum dia curiga karena kepergian ku yang mencari ikat rambut terlalu lama,"ujar Frins saat itu bicara seperti itu berpikir mencari aman saja daripada harus mengalami sesuatu yang buruk.
Dan saat itu pun tentu saja yang di lakukan Frins langsung pergi menuju keluar dari kamar Komi untuk langsung menghampiri Buyi yang ada di dapur, kembali membantu Buyi menyiapkan makanan untuk mereka sarapan pagi itu. Tapi baru saja Frins keluar dari kamar kebetulan Komi juga terlihat sudah dekat dengan kamar tersebut dan terlihat akan masuk dengan Komi yang tidak memakai pakaian saat itu, sontak saat itu refleks Frins pun menutup matanya sambil berteriak.
" Ahhhhh,"teriak Komi.
" Frins maaf, maaf aku tak tahu kau ada di sini jadi aku tidak memakai baju dan mau masuk ke dalam,"ujar Komi meminta maaf juga karena sepertinya Frins berteriak karena melihat nya yang tak memakai baju saat itu.
" Ya Komi, tidak apa-apa maaf aku juga sempat berteriak aku kaget,"ujar Frins sambil terus saja menutup matanya saat itu.
" Tapi apa yang kau lakukan di dalam, bukannya kau tadi tidak ada karena sedang membantu ibu di dapur menyiapkan makanan Frins? dan maaf aku juga tak ingat jika kamar ini kau pakai tadi malam jadi aku langsung saja menyimpan peralatan kerja ku di dalam tadi,"tanya Komi dan menjelaskan mengapa peralatannya bisa ada di kamar saat itu.
" Oh tadi aku mengambil terlebih dahulu ikat rambut yang aku simpan di dalam kantong jaket ku Komi, tapi sekarang aku sudah mengambilnya. Yasudah sekarang aku akan kembali ke dapur untuk membantu ibu, kami menunggu di dapur Komi cepatlah ke sana,"ujar Frins saat itu memalingkan wajahnya karena masih malu jika harus melihat tubuh Frins yang tanpa pakaian meskipun sudah berusaha di tutup oleh handuk saat itu.
" Ya Frins terima kasih. Aku akan memakai baju terlebih dahulu nanti aku akan secepatnya ke dapur,"jawab Komi sambil masuk ke dalam kamar saat itu.
Sementara itu tentu saja Frins langsung pergi meninggalkan Komi yang sudah masuk ke dalam kamarnya untuk memakai baju, ke dapur untuk kembali menghampiri Buyi sambil kembali membantunya tentu saja. Dan sesampainya di dapur tentu saja Frins langsung membantu Buyi yang tengah memasak menyiapkan wadah untuk hasil masakannya saat itu, dengan pikiran Frins yang saat itu sedikit buyar karena masih saja malu dalam dirinya sendiri melihat Komi dengan tanpa memakai pakaian, sehingga saat itu Frins pun terlihat jelas sedang memikirkan sesuatu yang membuat Buyi merasa penasaran sehingga bertanya.
" Frins ada sesuatu yang sepertinya kau alami, apa kau tidak apa-apa? kau sampai melamun seperti ini,"ujar Buyi bertanya kepada Frins yang saat itu terlihat denhan jelas melamun.
" Oh bu aku tidak apa-apa, barusan aku hanya kaget karena Komi yang sudah meletakan peralatan bekerja di kamar, dan dia yang tiba-tiba ada sehingga aku dengan tak sengaja melihatnya, jadi aku sedikit kaget saat itu bu hehe,"ujar Frins saat itu menjelaskan apa yang Frins alami tapi tidan sepenuhnya jujur karena masih saja malu.
" Kau ini ada-ada saja Frins, tenang saja aku sudah tinggal di rumah ini selama beberapa tahun dan dalam kurun waktu yang lama tersebut aku tidak pernah mengalami hal buruk apa lagi hal mengerikan yang berhubungan dengan hantu Frins kau tak usah kaget seperti melihat hantu seperti itu. Tentu kau bisa menenangkan diri mu kan Frins, lupakan hal yang membuat mu merasa takut apa lagi kaget Frins,"ujar Buyi mencoba menenangkan Frins yang saat itu masih terlihat dengan wajah penuh lamunannya.
" Ah haha tentu aku tidak berpikir buruk seperti itu bu, aku hanya kaget melihat Komi yang tiba-tiba ada terlihat di hadapan ku. Tentu aku bisa menenangkan diri ku bu hehe,"ujar Frins.
" Ya baiklah Frins, yasudah Frins tolong aku ambilkan beberapa piring dan mangkuk untuk wadah makanan ini Frins,"ujar Buyi.
" Ya baik bu, sebentar,"jawab Frins mengambil apa yang di butuhkan Buyi saat itu.
" Hey bu, Frins. Wow baunya sungguh enak bisa aku makan sekarang?"tanya Komi, lalu memuji makanan yang beraroma harum saat itu.
" Komi kau datang juga, tunggu kami sebentar menyelesaikan masakan kami yang selanjutnya Frins lalu kita makan. Tentu saja aromanya sangat enak soalnya ini semua adalah calon menantu ibu yang memasaknya Komi, kau suka kan?"ujar Buyi.
" Wow jadi ini adalah masakan mu Frins? aku hampir tak percaya jika ini adalah makanan yang kau masak karena aroma nya yang sungguh menggoda.
" Hehe tidak semua apa yang ibu mu katakan ben,"
" Ya tentu saja Komi kau lihat kan dari tadi awal Frins membantu ibu menyiapkan makanan bahkan dia yang mengajak ibu tadi ketika masih di kamar Komi, dia membantu ibu dari awal ibu menyiapkan bahan makanan sampai memasak dan akhirnya sampai bisa kita santap sekarang. Ya sudah Komi Frins ayo bantu ibu dan Frins untuk membawa makanan ini ke meja makan, kita sarapan bersama,"ujar Buyi memotong pembicaraan Frins, lalu langsung saja meminta tolong kepada Komi agar membantu mereka membawa hasil makanan mereka ke meja makan untuk di santap sebagai sarapan.
" Ya baiklah bu, ayo Frins,"ujar Komi sambil mengajak Frins.
" Ya Komi,"jawab Frins.
Saat itu mereka pun langsung saja membawa makanan yang sudah mereka siapkan untuk sarapan ke meja makan untuk mereka santap, dan mereka pun tentu saja langsung menyantap makanan yang sudah di hidangkan bersama. Mereka yang saat itu menyantap sarapan pagi bersama menghibur diri mereka dengan menceritakan sesuatu yang bisa membuat mereka tertawa bersama bahkan mereka membahas mengenai kebiasaan dan sebuah kenangan ketika mereka masih belum seperti sekarang, menceritakan pengalaman menyenangkan ketika mereka masih kecil yang sekarang sudah menjadi kenangan indah, sampai mereka pun pada akhirnya selesai makan lalu tentu saja membereskan peralatan makan yang sudah mereka pakai saat itu.
" Frins apa yang akan kau lakukan sekarang? apa kau bersedia untuk melakukan olahraga pagi untuk mengawali pagi mu Frins? jika kau tanya aku tentu saja aku ingin melakukan sebuah aktifitas yang bisa membuat diriku keras nyaman dan merasa segar, dan jawabannya tentu saja berolahraga. Kau mau ikut aku?"ujar Komi saat itu bicara dengan maksud ingin mengajak Frins berolahraga pagi.
" Itu ide yang sangat bagus Komi, aku merasa sangat tertarik melakukan kembali olahraga yang sudah lama kita tidak lakukan bersama sepertinya, itu semua karena mungkin kita sibuk bekerja satu sama lain dan sekarang sepertinya apa yang kau katakan adalah yang bagus Komi tentu saja aku ingin melakukan aktifitas tersebut. Tapi sedikit masalah?"ujar Frins.
" Masalah? apa masalah tersebut Frins?"tanya Komi.
" Masalahnya aku tidak membawa baju ganti dan sekarang baju ku hanya tersisa yang sedang aku pakai ini, tentu aku tidak akan merasa malu atau merasa minder ketikan aku bertemu dengan orang lain karena mereka tidak tahu jika aku sudah memakai baju ini dari kemarin tanpa menggantinya, memang baju yang aku pakai bisa saja bau tapi aku membawa parfum dan tentu saja aku bisa menghilangkan bau tersebut dengan parfum tersebut,"ujar Frins menjelaskan kekhawatirannya dengan bahasa yang bertele-tele.
" Ya lalu apa yang membuat mu mendapatkan masalah Frins? katakan ke intinya langsung saja,"tanya kembali Komi.
" Oh maaf aku sepertinya memang bertele-tele bicara barusan yang aku ingin katakan adalah aku tentu tak malu dengan orang di luaran sana yang melihat ku karena mereka tak tahu keburukan yang aku lakukan, tapi yang menjadi masalah nya sekarang adalah tentu saja aku malu denganmu Komi, kau yang membuat ku malu karena tentu kau tahu keburukan yang aku sembunyikan sekarang hehe,"ujar Frins saat itu dengan bicara malu-malu tentu saja.
" Hahaha kau benar kau tentu saja akan terlihat kusut dan tentu saja tidak cantik karena kau yang memakai baju yang sudah dari kemarin. Huh berpikir mengenai apa yang kau katakan tentu saja itu benar, lalu karena apa yang kau katakan benar sepertinya sekarang aku jadi tidak ingin berolahraga dengan mu Frins. Ya sudah selamat tinggal Frins aku berolahraga sendiri saja,"ujar Komi saat itu bercanda.
" Kenapa kau begitu jahat kepada ku Komi, aku pikir kau tak akan mengatakan hal buruk tapi ternyata tidak dasar kau,"ujar Frins dengan nada bicara yang merajuk saat itu.
" Hahaha aku hanya bercanda Frins ayo pakai celana olahraga mu yang tengah kau pakai itu dan kita akan langsung pergi berlari pagi. Dan ayolah sekarang kita pergi,"ujar Komi saat itu, dengan langsung saja menggendong Frins.
" Ah hahaha Komi hati-hati aku takut jatuh, turunkan aku haha,"ujar Frins sambil tertawa karena geli dan sedikit takut dengan Komi yang langsung saja menggendongnya saat itu.