PENGUNTIT

2145 Kata

Jika kemarin pagi menyapa dengan begitu cerah, hari ini ia datang dengan kelabu. Bukan pertanda akan menumpahkan hujan, namun langit seolah ragu—mungkin uap air membuatnya sesak, namun tak cukup tega membuat warga kota ini berjibaku dengan genangan dan angin di jam sibuk. Apa pun itu, Théologie tetap membuka pintu seperti biasa. Ada sesuatu yang berubah di sana. Bukan pada meja, bukan pada aroma teh, melainkan pada cara semua orang bergerak. Mereka seperti lebih hati-hati. Dan lebih waspada. Helia menutup kulkas setelah memastikan semua bahan baku tersedia. Aman. Setidaknya untuk hari ini. Ia merapikan apron, lalu melangkah ke gudang dengan segelas air hangat di tangan. “Aku ke belakang sebentar,” ujarnya pada Millie. Millie mengangguk tanpa banyak tanya. Di gudang kecil, Helia dudu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN