TERTANGKAP BASAH

1506 Kata

Jantung Helia berdetak cepat. Kepalanya berdenyut, mulai kehabisan akal menahan kesabaran. “Kak,” ujar Helia, masih terdengar tenang, “komentar tentang fisik saya tidak relevan dengan kualitas produk. Kakak sebenarnya ngga suka sama tehnya, atau ngga suka sama saya dan Millie?” Wanita itu mengangkat ponselnya. Helia baru sadar—dari awal—ponsel itu tak benar-benar diletakkan. Ia berada di tangan, sudutnya mengarah ke Helia. Dan ia curiga, ponsel itu merekam. Bintang yang kini berada di balik punggung perempuan itu ikut mengangkat ponselnya, merekam tindakan perempuan itu. Tak sampai 30 detik, namun cukup sebagai bukti. Ia lalu menyimpan gawainya kembali ke saku. “Maaf,” ujar Bintang. “Anda sedang merekam?” Wanita itu menoleh ke Bintang, seolah baru sadar ada pria itu di sana. “Iya. Ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN