PELANGGAN SOMBONG

1301 Kata

Hujan baru reda saat matahari terbit tadi. Namun, suasana Jakarta belum terasa nyaman. Genangan air menyebar di permukaan jalan, dari yang sedikit, hingga yang membuat para pengendara terpaksa menurunkan laju daripada menuai keributan dengan pengendara lain. Udara juga masih lembab, menyisakan rasa lengket di kulit. Helia membukakan pintu saat dua orang pelanggannya hendak melangkah masuk. “Selamat datang, Kak,” sapanya hangat. Théologie baru buka setengah jam, namun sudah cukup riuh—bukan ramai yang membuat pening, melainkan ramai yang hangat. Ada pasangan muda duduk dekat jendela, tiga orang mengetik di laptop dengan earphone, dua orang ibu-ibu yang sudah jadi pelanggan tetap tengah membahas diskon supermarket dengan ekspresi serius seolah mereka di tengah rapat kabinet, dan Bintang ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN