SABOTASE

1667 Kata

Dua hari kemudian. “Aku tinggal cek stok sebentar, ya Bintang?” ujar Helia begitu menyimpan tas dan jaketnya. “Mau aku bantu?” balas Bintang. “Ngga!” tanggap Helia tegas. “Kamu diam aja di situ!” Maksudnya, diam di meja yang biasa Bintang gunakan. Bintang malah terkekeh, gemas menatap kesayangannya. “Palingan aku minta dikit aja lho.” “Ngga boleh! Nanti aku ngga bisa mikir seharian!” sahut Helia, lalu melangkah cepat menuju gudang bahan baku. “Imut banget sih! Masa dicium dikit auto ngga konsen seharian? Kirain mah urang doang yang begitu,” gumam Bintang. Helia menyalakan lampu gudang satu per satu. Entah kenapa, ada sesuatu yang mengganjal di hatinya sejak terbangun tadi, firasat yang kurang baik. Ia memeriksa beberapa bahan. Harusnya tak ada yang darurat. Théologie sudah berjalan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN