Sekilas aku menatap Ustaz Hamzah dengan sedih, kemudian mengalihkan pandangan ke tempat lain. “Rayya, pena diangkat pada hamba Allah yang lupa, tapi, besok lagi diingat-ingat ya!” nasehat Ustaz Hamzah dengan lembut. Aku menunduk. “Kamu sih, Rip ... napa nggak ngingetin?” ucapku mencari shawn the sheep hitam. Arip menoleh ke arahku. “Aku ‘kan juga nggak ingat, Ra,” kilah Arip dengan suara nggak semangat. Ustaz Hamzah tersenyum saat aku menoleh ke arah Arip, aku melihat senyum muaanis itu dari ekor mata ini. “Sudah nggak usah sedih! ‘kan nggak jadi tadi tosnya,” ucap Ustaz Hamzah menenangkan. “Saya harap besok pas menjalankan tugas, kedekatannya diatur ya, jangan sampai ada masalah yang muncul lagi seperti kemarin. Ustaz percaya, kalian bisa banget menjalankan perintah Allah,” ucap

