Emak berhenti tertawa, cemberut dan bersungut-sungut. “Ijeh cilik kok minta doa nikah,” komentar Emak gemes. “Eh ... Mak, ‘kan ada kata-katanya itu, ‘Mulai dari dirimu, mulai dari sekarang, mulai sejak dini, nah! Ini ‘kan masih dini, ya udah, Mak sekarang doain Rayya yang itu,” bujukku setengah memaksa. “Emak itu doainnya udah sejak lama, tapi doanya Mak dobel untuk dikabulkan pas Kamu udah nggak gradak-gruduk gitu lo, la wong masih ingusan gitu kok maksa doa-doa rumah tangga,” ucap Emak sambil melirik sinis ala Emak antagonis sinetron. Aku menyebil dengan jiwa pasrah yang terpaksa dibangkitkan. Aku diam sejenak. “Dan ... keputusannya, Mak, aku dan Arip diminta menjaga sikap di lingkungan masjid dan program ngaji akselerasi, intinya agar kedekatanku dan Arip terlihat wajar, begitu k

