Janji Ustaz Hamzah

1069 Kata

Ah ...! kenapa aku hanya bisa mengeluh dan menggerutu dalam hati? Mata ini terus menatap layar dan mengabaikan permintaan Ustaz Hamzah. “Woi pos empat! Tutup sampai kapan sih?” tulis Salwa menandai nomerku. “Entah tu!” balas yang lain sambil menyertakan stiker yang mungkin jika tidak dalam keadaan seperti ini aku akan tertawa. Hem ... gimana? Gimana jadinya jika saat ini mereka tahu bahwa target yang mereka bicarakan sedang duduk di ranjang ini sambil menatapku dengan lembut. Jari ini terus menggulung pesan-pesan yang bertumpuk di grup fandom. “Eh!” seruku tertahan ketika dengan lembut tangan Ustaz Hamzah mengambil handphone ini dan meletakkannya di atas permukaan kasur dalam posisi layar berada di bawah. Ah ... untung saja, jika benda pipih dengan layar yang masih menyala itu me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN