Senyum Ustaz Hamzah yang biasanya membuat hati ini terkapar dan menggelepar tersungging di wajah ganteng yang di mata ini selalu terang benderang itu. “Aku juga kaget lo, Ra. Kaget banget begitu ditelepon abi dan diberitahu Pak dhe Abbas,” ucapnya kemudian terkekeh. “Rayya percaya dunia ini nggak selebar daun kelor?” lanjutnya ketika aku terus diam. Nggak! Aku lebih percaya daun kelor nggak selebar dunia! Ustaz Hamzah menatapku dengan lembut, mirip tatapan lembut yang sering terlihat ketika my bias ini melihat Arip. Ya ... ini tatapan yang sering aku irikan. “Aku kakakmu, Ra. Kita cuma beda ibu yang melahirkan aja,” lanjutnya kemudian melanjutkan memberikan senyum lebarnya. Hah!!! ceritanya dari mana? Mulut ini masih tertutup dan mulut ini masih terkunci, tapi keterkejutan ini te

