Bab 9

1367 Kata

Aluna sejak sampai di apartemen sempit itu langsung tertidur. Dia baru terbangun oleh suara dering keras ponselnya di meja samping ranjang. Pandangannya masih kabur, kerena mata yang begitu berat, namun Aluna memaksa dirinya bangun dan meraih ponsel itu, melihat layarnya yang berkedip-kedip. Nama Deasy muncul di layar. Aluna menghela napas, lalu menjawab panggilan itu. “Halo…” “Lo masih hidup?” suara Deasy langsung terdengar dari seberang, santai tapi penuh nada ingin tahu. Aluna mendengus pelan. “Sayangnya masih.” “Wah, jawaban lo nggak meyakinkan banget. Kenapa? Kejutan buat pacar lo gagal total ya?” Aluna terdiam sesaat. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Bagaimana Deasy bisa tahu? Padahal ia belum cerita apa-apa. Dan dirinya juga belum siap menghadapi reaksi sahabatnya i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN