Pilihan Hidup (2)

1084 Kata

Tidak setiap pilihan selalu menawarkan kebaikan, bisa jadi kita terlihat menyakiti padahal kita sedang menyelamatkan. Cemburu memang begitu membutakan, tak tahu waktu, tak tahu aturan, tak tahu tempat dan keadaan. Bahkan setelah penyatuan singkat mereka di dalam mobil, Devasya masih banyak diam. Maxel salah tingkah, kira-kira apa yang salah kali ini? Maxel tidak bisa menebak apa isi kepala Devasya. Mobil melaju pelan, jalanan tidak seberapa padat siang ini. Devasya memilih melihat ke arah luar jendela. "Baby, kamu laper nggak?" Maxel mencoba mencairkan suasana. "Mau makan burger?" Devasya menoleh ke arah Maxel. "Nasi Padang aja gimana?" cetus Devasya. Maxel hampir terbahak, dia mengira akan mendapat penolakan yang berakhir dengan perdebatan sengit, nyatanya Devasya tidak menolak. "T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN