Ingat, seberapa hebat kita mempersiapkan kehilangan. Kita tidak akan pernah siap. "Maxel! Aku lupa sesuatu." Devasya terperanjat, lalu buru-buru duduk dan mencari ponselnya. Maxel ikut khawatir dan menegakkan posisinya. "Kayaknya aku telat mens, deh!" "Jangan-jangan …." Maxel mengira-ngira. "Jangaaaaaaaan!" pekik Devasya. "Hei, Baby. Kenapa?" "Maxel, kamu kira ini bukan masalah serius? Si kembar masih kecil banget, aku nggak mungkin hamil lagi." Devasya mulai panik. Maxel mengerti kekhawatiran Devasya. "Kenapa nggak mungkin, Baby? Kamu punya suami dan kita juga dalam usia aktif 'kan?" "Nggak! Ini nggak mungkin, setidaknya jangan sekarang." Devasya menangis. Dia memang selalu overthinking terhadap sesuatu, bahkan yang belum terjadi sekalipun. Maxel meraih Devasya dan memeluknya. "

