Utuh

1453 Kata

Setiap sudut yang telah terlewati, memiliki kenangan emosional di dalamnya. "Mbak sama Mas Nendra gimana?" tanya Devasya sambil menuang jus jeruk ke gelas-gelas kaca di atas nampan. "Gimana? Gimana-gimana maksudnya?" Eka cekikikan. "Ish, Mbak Eka. Ya … gimana hubungannya?" Devasya tahu, ada yang berbeda di antara keduanya saat ini, dan memang dasar si Devasya yang usil, dia selalu ingin menggoda Eka. "Kayaknya … Mas Nendra udah nunjukin sinyal-sinyal cinta, tinggal Mbak Eka aja yang ngasih lampu hijau," ucap Devasya lagi. "Sebenarnya, aku baik-baik aja, sih. Maksudnya perasaan aku ke Nendra bukan sesuatu hal yang buruk, aku menyukainya. Tapi, aku masih ragu kalau harus menjalin hubungan yang lebih serius lagi," jelas Eka. "Tapi, Mas Nendra udah bilang kalau mau serius sama, Mbak Ek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN