"Iya, Mbak. Tapi sebelumnya … hmm, mbak Eka, maaf … apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Niken ragu-ragu. Eka menoleh pada Devasya, dan Devasya mengangguk. Akhirnya Niken dan Eka sedikit menjauh dari mereka semua, mencari spot ngobrol yang enak dan nyaman. "Mbak, aku minta maaf kalau udah buat kalian bertengkar." Niken mulai berbicara setelah kesunyian tercipta di antara keduanya. "Kenapa kamu bisa mikir kalau kami bertengkar karena kamu?" Niken salah tingkah. Eka ada benarnya juga, bagaimana bisa dia terlalu percaya diri jika penyebab pertengkaran Eka dan Nendra adalah dirinya? "Hmm, ya … entahlah. Hanya feeling aja," jawab Niken ragu. "Sebenarnya apa hubungan kalian?" Eka bertanya dengan nada datar, dan itu membuat Niken semakin salah tingkah. "Apa … Nendra nggak bercerita?" E

