Memendam

1274 Kata

Maxel pulang dengan perasaan kacau, dia menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dia ragu untuk meneruskan perjalanan. "Apa mereka memasang alat penyadap? Apa mereka memasang kamera tersembunyi? Apa saja yang mereka lakukan pada hidupku? Kenapa aku bisa selalai ini dan berpikir ini semua sudah selesai?" Maxel bahkan tak berani meski hanya sekedar menghubungi Nendra. "Aku harus bagaimana sekarang? Aku tidak mungkin menjauhi istri dan anak-anakku. Mereka membutuhkan aku, Mika dan Miko bahkan belum genap berusia satu tahun." Maxel memejam, tanpa terasa air matanya menetes pelan. "Jika kalian bermasalah denganku, sakiti saja aku, jangan sakiti keluargaku," teriaknya pilu dari dalam mobil. "Bagaimana bisa aku sampaikan ini pada Devasya, tentu dia tidak akan bisa menerimanya, dia akan kemba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN