Seharusnya aku sadar, kalau hanya hatiku yang berpendar. Harusnya aku sadar, untuk tidak terlalu dalam bersandar. Sudah seminggu berlalu sejak acara pemakaman mami Niken. Artinya sudah seminggu ini pula Niken menjalani hari layaknya zombi. Kenapa? Bagaimana tidak, pada hari pemakaman memang Niken tak lagi histeris, tapi dia tetap belum berhenti terisak. Meski matanya terasa panas, meski hidungnya sudah pengar dan nafasnya tak beraturan, Niken belum lelah menangis. Dia melakukan apa pun dengan terpaksa, tanpa senyum, tanpa kata, tanpa menatap mata lawan bicara. "Adek Sayang, besok ikut ke rumah abang mau?" tanya Rangga yang dijawab gelengan keras oleh Niken. Mereka sedang makan malam saat ini. "Niken mau disini aja sama mami," ucap Niken datar. Rangga menahan nafasnya. Dia sungguh tid

