Rumit

1680 Kata

Sebuah rasa itu sebenarnya hanya sederhana, yang rumit adalah pemilihan kata untuk mengungkapkannya. Cukup lama Eka bergelung dalam selimut, jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Mungkin karena udara sejuk khas pedesaan yang membuatnya malas beranjak dari kasur, bahkan dia belum mengganti pakaiannya sejak datang semalam. Mungkin juga karena ada alasan lain, bagaimanapun situasi mendebarkan di dalam mobil Nendra kemarin masih terus terbayang di pikiran Eka, dan karena memikirkan itu entah kenapa membuat Eka merinding dan panas dingin. “Kalau aku bilang, aku sama sekali nggak mempermasalahkan itu, apa kamu bisa suka sama aku?” Eka semakin membenamkan wajahnya ke bantal, mengingat kalimat itu membuat perutnya tergelitik, dadanya membuncah dengan rasa yang dia tidak bisa jelaskan bag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN