Dimana ada kehidupan disitu ada harapan. Maxel tergugu, dengan sangat lirih dan bersusah-payah dia berkata, "Kan-kantor aku kebakaran." “Astaga! Bagaimana bisa?” Kini Devasya ikut terisak. “Nendra udah disana, aku nggak boleh datang.” Karena Nendra tahu, Maxel hanyalah seorang pria biasa yang memiliki sisi lemah. Apalagi saat ini, usaha satu-satunya yang dia miliki sedang berada di ujung kehancuran. Meski tidak terbakar total, tapi tetap saja beberapa bagian mengalami kerusakan parah, dan beruntungnya yang terbakar hanya area kantor bukan area parkir kendaraan-kendaraan travel-nya. Mengingat lokasinya yang tidak berjauhan, hanya terpisah oleh taman yang tidak begitu luas. Data-data dalam beberapa komputer dan lemari berkas pun tidak bisa diselamatkan, hanya beberapa yang masih tersimp

