Benar jika gelap itu melindungi. Ya, gelap melindungiku dari siapa aku sebenarnya. "Gadis bodoh sepertinya, tidak pantas bersanding dengan Maxelku, karena Maxel hanya pantas denganku!" Sintya dengan ambisinya yang tidak masuk akal, seolah membenarkan semua tindakan kejamnya. "Aku tidak kejam, aku hanya membantu Maxel menemukan cinta sejatinya. Yaitu, aku," ucap Sintya pada dirinya sendiri. Padahal kalau dipikir-pikir, Sintya adalah wanita karir yang cukup sukses, wajah juga sangat menawan, didukung dengan body-nya yang proporsional, tidak akan sulit baginya untuk menemukan pria yang akan mencintainya selain Maxel. Sintya menatap Maxel dari sisi lain pesawat, kali ini mereka tidak duduk bersebelahan. Bahkan hanya dengan menatap Maxel saja sudah membuatnya berdebar. Sintya mengingat pe

