Jangan biarkan orang lain mengatur hidupmu, karena kamu berhak bahagia. Devasya semakin menyurukkan wajahnya ke dad* bidang Maxel. Hujan di luaran membawa aroma dan suara yang memancing sebuah rasa nyaman yang enggan untuk disudahi. Berada dalam pelukan orang tersayang, satu selimut untuk saling menghangatkan. Ah, rasanya ingin menghentikan waktu saja. Devasya menoleh sebentar ke arah box bayi milik si kembar, agaknya mereka pun sama tenangnya, pulas dengan nafas yang teratur dan pergerakan kecil yang menyiratkan kenyamanan. "Baby, mau kemana?" Maxel makin memeluk erat Devasya saat dia rasakan istrinya itu memberi jarak. "Aku mau buat sarapan, Sayang." "Nggak usah, 'kan nggak ada mama." Saat ini Dini memang sedang berada di desa, di rumah satunya, Dini berniat membawa Mirna saat kemba

