Ending (2)

1211 Kata

"Test, test…" terdengar suara seseorang dengan microphone dari atas panggung kecil di ujung taman. Ketiganya menoleh ke sumber suara, dan seketika Niken dibuat sedikit terkejut. "Bang Rangga?" pekiknya refleks. Rangga melambaikan tangan pada Niken, seperti Maxel tadi dia pun berdehem beberapa kali sebelum memulai bicara. "Mohon perhatian buat semuanya. Di acara yang sangat membahagiakan hari ini, saya … ingin menyampaikan sesuatu. Sebelumnya terima kasih kepada Maxel yang sudah memberikan saya kesempatan." Rangga menunduk hormat pada Maxel. Maxel membalas dengan senyuman dan acungan jempol. "Bang Rangga mau ngapain coba?" bisik Niken pada Eka, Eka hanya mengedikkan bahu. "Teruntuk adik kesayanganku, Niken. Abang punya sesuatu buat kamu." Suasana kembali hening. "Dari sebagian yang h

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN