Tidak semua luka harus di ungkap, terkadang tawa justru membuka harap. “Setelah tahu akan hal ini, aku harap kamu bisa jaga sikap.” Sintya waspada, apa kali ini Maxel akan .... “Aku sudah menikah!” Maxel berbicara dengan nada datar, tenang dan penuh keyakinan. Hancur! Sintya benar-benar gemetar mendengar Maxel mengucapkan itu. Meski dia mungkin adalah ratu tega, tetap saja dia hanya seorang wanita biasa. Wanita yang sedang berjuang demi cintanya. "A-apa?" Sintya terbata. "Ke-kenapa?" tanyanya lagi. "Aku nggak ada waktu buat jelasin, yang pasti dalam waktu dekat, kamu akan mengetahuinya." Maxel berlalu begitu saja. Ada perasaan lega dalam diri Maxel saat sudah mengakui pernikahannya pada Sintya. "Semoga aja Sintya udah nggak nempel-nempel dan ngerengek-rengek terus ke aku!" gumamnya,

