Jane gak sadar dengan apa yang terjadi. Oh, tentu saja. Perempuan itu hanya meraa kepalanya sangat sakit, juga perih di bagian kening ketika ia tak sengaja menyentuh, ada lebam benjolan disana. Ketika membuka mata, yang dia temukan adalah wajah Ryan dan wajah mamanya, berdiri bersisian dengan wajah cemas. “Babe,” Jane mengerang karena Ryan tak sengaja menyentuh pelipisnya. “Oh My God, im sorry. Sorry, sporry. Wait i call a doctor—“ “No, i’m okay.” Jane meringis. Ini bukan luka parah. Di a tahu. Dia ingat bahwa tadi dia hanya terbentur agak kencang ke bagian depan, membuat dahinya benjol dan perih, sementara entah bagaimana ceritanya bagian samping kepalanya terasa pening, seperti dipalu berkali-kali. “Am i okay? Mamanya mengangguk sambil mengusap tangan sang puteri. “Kata dokter ga

