Jennie baru selesai mandi. Perempuan itu masih sibuk mengeringkan rambutnya dengan hairdryer ketika tiba-tiba pintu kamar terbuka, kemudian Ryan muncul. Memang, tadi ketika dia keluar kamar mandi, dia tidak menemukan laki-laki itu di kamar. Membuatnya sempat keliling ruangan di apartemen cowok itu untuk mencari keberadaan si pemilik. Namun tak ada dimana-mana. “Dari mana?” katanya sambil melirik Ryan dari arah cermin. Keduanya sempat saling lihat-lihatan melalui kaca tersebut, sebelum Ryan meletakkan sebuah kantung plastik di atas ranjang, lalu mendekat pada Jane demi memberi kecupan di pelipisnya yang sedikit ada air karena bekas tetesan rambut, kemudian duduk lagi di tepi ranjang, menghadap kekasihnya yang masih sibuk dengan mesin pengering rambut. “Ngambil kamera.” “Loh, abis dip

