Semuanya jadi makin kacau ketika Ryan baru sadar kalau Jane tiba-tiba menghentikan taksi yang lewat dan masuk ke mobil tersebut alih-alih menuruti maunya untuk masuk ke mobilnya. Dia menghela nafas akasar. Udah dia bialng, kan? Jane seemosional ini. Ryan hanya bisa memasang wajah datar kala semuanya malah makin rumit. Padahal maunya juga mereka bakal nyelesaiin masalah di dalam mobil, biar kelar, biar gak jadi gondok mulu. Tapi Jane bersikap seperti ini. Cowok itu segera menghidupkan mobil dan mengikuti kemana taksi yang ditumpangi Jane be rhenti. Ryan gak yakin kalau cewek itu bakal pulang ke apartemen sementara dia tahu Jane lagi marah balik ke dia. Tapi ternyata itu cuman negative thinkingnya Ryan doang. Karena taksi berhenti tepat di depan apartemennya. Dia agak bersyukur karena Ja

