Kegelapan menyusup dalam dadanya, menggerogotinya bagaikana asam, meninggalkan sebuah lubang menganga di tempat perutnya berada, titik-titik besar keringat dingin mulai membasahi keningnya. Kumohon bertahanlah, Senja. Langit memandang tangan Senja yang kini berada dalam genggamannya. Tangan yang sekarang terasa begitu dingin dan juga rapuh. Semua akan baik-baik saja. Aku janji. “Pasien mengalami kejang!” Langit membeku. Pandangan matanya mengabur saat menatap para tim medis memeriksa keadaan Senja. “Denyut nadinya melemah, kita harus bergegas! Berapa lama lagi sampai kita tiba di rumah sakit?” suara pria yang memeriksa denyut nadi Senja terdengar panik. “Lima menit.” “Bergegas, kita tidak punya waktu selama itu! Ambilkan oksigen!” Napas seolah meninggalkan paru-parunya sementara m

