Langit sama sekali tidak suka membicarakan masa lalunya karena itu sama saja dengan membuka luka lama yang selama ini berusaha keras dia abaikan. Luka itu bahkan belum sembuh dan membukanya kembali membuatnya merasa ditarik kembali pada hari itu. Hari di mana segalanya hancur dan berantakan. Akan tetapi yang dikatakan Senja benar. Wanita itu berhak tahu setelah apa yang menimpanya. Langit mendesah lama. “Angel senormal wanita pada umumnya atau seperti itulah yang dulu kutahu. Dia ceria, cantik, hidup dan penuh tawa. Perkenalan kami singkat, tapi alam seolah berkonspirasi untuk menyatukan kami berdua. Tidak butuh waktu lama untuk mencintainya. Bersamanya, aku merasa utuh dan hidup. Segalanya berjalan normal dan apa adanya sampai sebuah insiden merenggut semua yang selama ini kupikir meru

