Zeva yang sudah selesai bertelepon dengan Nora, kembali ke meja dimana Selina sudah lebih dulu kembali. Wajah pria itu di penuhi dengan senyuman yang merekah membuat Selina bertanya-tanya. "Kok habis telponan sama si Nora, kamu kelihatan happy banget!" sindir Selina memalingkan wajah ke arah lain. Tiba-tiba saja Zeva langsung memeluk tubuh Selina. Ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Selina yang putih dan jenjang. "Ke-kenapa?" tanya Selina panik. "Nora baru saja menyampaikan berita gembira, Pangeran Arab Saudi menyetujui kerja sama dengan Perusahaan kami, aku sangat bahagia Selina... " lirih Zeva seperti sedang menahan tangis. Selina menyunggingkan senyuman. "Bagus dong, selamat ya... " ujar Selina memberi selamat. Selina mengusap-usap punggung Zeva agar pria itu lebih ten

