Langit mulai berubah warna saat Selina dan Zeva keluar dari Hotel. Cahaya matahari sore mulai meredup, memandikan jalanan pesisir dengan semburat jingga yang hangat. Angin laut berhembus lembut, membuat rambut Selina berkibar pelan saat mereka berjalan menyusuri deretan toko-toko kecil di tepi pantai. Toko-toko itu sederhana bahkan beberapa hanya berupa warung kayu dengan atap seng, beberapa lainnya sedikit lebih rapi dengan lampu-lampu kuning menggantung seadanya. Di depan salah satu Toko, seorang ibu paruh baya duduk di kursi plastik sambil menata gantungan kaos bertuliskan “Pantai Cinta” yang bergambar pantai itu sendiri. "Kita beli apa dulu?" tanya Selina sambil melihat-lihat etalase kaca yang penuh dengan air mineral, minuman bersoda, dan es krim stik. Zeva menunjuk ke sebuah toko

