Langit siang membentang luas tanpa awan, biru terang seperti kanvas yang belum tersentuh. Sinar matahari memantul di permukaan kap mobil berwarna putih yang melaju perlahan di jalanan aspal pinggir kota. Udara hangat masuk dari jendela yang terbuka setengah, membawa aroma asin laut dan semilir angin tropis. Zeva duduk di balik kemudi dengan kacamata hitam dan senyum santai, jari-jarinya mengetuk-ngetuk setir mengikuti irama lagu pop yang diputar dari speaker mobil. Di sebelahnya, Selina mengenakan topi jerami lebar, tertawa kecil sambil mengambil foto pemandangan dengan ponselnya. Kulitnya yang putih terkena cahaya matahari, hangat dan bercahaya. "Pantainya makin dekat," ujar Zeva tanpa menoleh, matanya fokus tapi tenang. Selina mengangguk, masih dengan senyum ceria. "Ya, tapi gak masa

