Kencan

1307 Kata

Zeva berdiri membisu di depan jendela kamar apartemennya. Tirai tipis bergoyang pelan tertiup angin, membiaskan cahaya pagi yang mulai menghangatkan ruangan. Tapi tak ada hangat di wajahnya. Sorot matanya muram, bibirnya mengerucut dalam cemberut yang tak disembunyikan. Ia masih merajuk dan marah pada Selina. Ponselnya tergeletak di meja, berkali-kali bergetar sejak tadi pagi. Panggilan tak terjawab dari kantor, pesan-pesan dari Staff kantor yang menanyakan keberadaannya, semua diabaikan. Hari ini, ia memilih untuk tak pergi ke kantor. Bukan karena sakit, bukan pula karena lelah tapi karena hatinya masih berat, masih penuh dengan kekesalan yang belum sempat diurai. Selina memperhatikan dari ambang pintu, napasnya tertahan. Ia tahu persis arti dari punggung Zeva yang membisu seperti itu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN