Liburan selama 2 hari telah berakhir. Zeva dan Selina akhirnya pulang ke Apartemen mereka dengan hati yang riang dan gembira. Tiba-tiba sebuah panggilan telepon masuk dari salah satu anak buah Zeva yang bertugas menjaga Ammar. Wajah Zeva yang tadinya riang, mendadak masam. "Siapa?" tanya Selina yang menyadari perubahan sikap suaminya itu. "Anak buahku yang sedang menyekap Ammar," jawab Zeva. "Angkat aja Zev," ujar Selina. Sesaat Selina pun merasa tak nyaman, ia kembali mengingat hari dimana Ammar hampir saja melecehkan dirinya. Dengan berat hati Zeva mengusap tombol hijau pada layar ponselnya. "Halo... ada apa?" "Pak Zeva, sandera ini sejak semalam memberontak minta bertemu Pak Zeva," ujar anak buah Zeva. "Jadi dia sudah sadar sepenuhnya?" tanya Zeva. "Sudah Pak," "Ba

