Selina berdiri di depan cermin, diam sesaat, membiarkan pantulan dirinya menyapa balik. Kedua tangannya perlahan terangkat, menyentuh pipinya yang mulai memanas. Sentuhan hangat dari telapak tangannya membuatnya semakin tersipu. Senyum kecil mengembang di bibirnya, malu-malu, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja ia lakukan. Rasa malu yang muncul belakangan. "Argh... apa yang baru saja aku lakukan! aku malu melihat wajah Zeva, dan anu-nya sangat cantik, walaupun aku belum pernah melihat milik pria manapun aku yakin kalau itunya Zeva sangat besar," Selina menutup wajahnya, seakan-akan waktu berhenti dan ia tak sanggup untuk keluar dari kamar. Sedangkan Zeva, setelah merapikan celananya, ia menatap langit-langit kamar dengan wajah yang memerah dan memanas, "Selina, kau membua

