Perjalanan ke pinggiran kota itu menjadi pengalaman baru bagi Arya. Ia melihat sisi lain dari dunianya yang selama ini hanya ia lihat dari balik kaca mobil mewah. Mereka tiba di sebuah bangunan sederhana yang terbuat dari papan kayu, tempat anak-anak jalanan belajar. Saat Laras turun, suasana langsung berubah riuh. Anak-anak itu berlarian menyambutnya dengan teriakan senang. "Ibu Laras! Ibu Laras datang!" Arya hanya berdiri di kejauhan, memerhatikan. Ia melihat bagaimana Laras berlutut di tanah yang berdebu untuk memeluk anak-anak itu. Ia melihat bagaimana Laras mengajar mereka bernyanyi dan membacakan cerita dengan suara yang begitu ekspresif di balik cadarnya. Ada kebahagiaan yang tulus terpancar dari mata Laras, kebahagiaan yang tidak pernah Arya berikan padanya selama di rumah. "Is

