Tak Pantas Untukmu

1005 Kata

Perjalanan pulang dari restoran malam itu terasa lebih panjang dari biasanya. Kalimat terakhir Laras terus menggema di telinga Arya, mengalahkan suara mesin mobil yang halus. Arya merasa seperti seorang raja yang baru saja disadarkan bahwa takhtanya terbuat dari pasir yang rapuh dan siap runtuh kapan saja. Sesampainya di rumah, Laras langsung menuju kamar, meletakkan tasnya, dan mulai melepas kacamata serta merapikan pakaiannya tanpa sepatah kata pun. Ia tetap tenang, seolah tidak baru saja meledakkan bom di mental suaminya. Arya berdiri di ambang pintu kamar, memlerhatikan punggung istrinya. "Laras," panggilnya serak. Laras berbalik pelan. "Iya, Mas?" "Tentang apa yang kau katakan di restoran tadi ...." Arya menggantung kalimatnya, ia masuk ke kamar dan menutup pintu. "Apa kau benar-b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN