Primadona Kampus?

1365 Kata

Sikap Laras yang begitu pemaaf justru membuat rasa bersalah Arya tumpang tindih secara mengerikan. Ia merasa seperti seorang penjahat yang diberikan pengampunan sebelum ia sempat meminta maaf. Ketenangan Laras menghakiminya jauh lebih kejam daripada makian mana pun di dunia ini. Malam itu, Arya tidak bisa tidur lagi. Ia memperhatikan Laras yang kembali dari kamar mandi, mengenakan mukena, dan mulai bersujud di atas sajadahnya di sepertiga malam terakhir. Arya hanya bisa menatap punggung itu dari kegelapan tempat tidur. Ia mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Siapa sebenarnya wanita ini? Bagaimana bisa ada manusia yang hatinya seluas samudera meski terus-menerus dikotori oleh sampahnya? Rasa bersalah itu kini mulai berubah bentuk menjadi sebuah rasa ingin tahu yang obsesif. Arya mu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN