Arya bangkit dari kursinya, tidak sanggup lagi berlama-lama di sana. Ia merasa seperti monster yang sedang mencoba membelai mangsanya, dan mangsa itu masih ketakutan setengah mati. Ia keluar ke balkon, mencengkeram pagar besi dengan kuat. Air mata yang selama ini ia tahan sejak kecelakaan itu, entah kenapa, kini jatuh karena Laras. Ia menyadari satu hal yang menyakitkan, ia bisa menyembuhkan luka di tubuh Laras dengan obat-obatan mahal, tapi ia tidak tahu bagaimana cara menyembuhkan trauma di dalam jiwa wanita itu, trauma yang ia sendiri penyebabnya. Di dalam ruangan, Laras menghela napas panjang, mencoba menenangkan jantungnya. Ia tidak membenci Arya, ia sudah memaafkannya. Namun, tubuhnya memiliki ingatannya sendiri tentang rasa sakit. Di balik cadarnya, ia berbisik lirih, "Ya Allah, j

