"Mommy..." Vincent berteriak keras saat menyadari bahwa ibunya sedang memasak di dapur konservatori milik Aeron. Dia memang pulang ke rumah tersebut hanya untuk menemui puteranya karena bagaimanapun, Eudith tak akan meninggalkan puteranya begitu saja. "Mami kemana saja? Tiga hari menghilang. Daddy selalu mengatakan kalau Mami bekerja. Apa benar?" Wanita itu tersenyum dan berjongkok. Mengelus wajah puteranya yang sangat tampan. "Daddy benar. Mami bekerja." Eudith menatap lekat wajah puteranya karena merasakan firasat buruk yang akan memisahkan mereka. Apalagi setelah pertemuan dengan lelaki paruh baya yang sempat mengenalkan diri bernama Houston. "Bagaimana sekolahmu, Sayang? Kau memiliki teman baru?" Vincent mengangguk. "Ya, Mom. Mereka sangat akrab padaku dan mereka juga pintar-pintar s

