Kaliya dan Bang Indra berhenti tepat di depan rumah yang sangat besar. "Ini rumah Tiny? Gede banget, Kal." "Mereka kan memang satu keluarga tinggal di satu rumah. Ditambah lagi mereka itu body-nya besar semua, Bang." Bang Indra tertawa. memamerkan susunan gigi rapinya. Klaiya ikut tersenyum dan langsung berjalan menuju gerbang. Dia memencet bel yang ada di samping pintu gerbang. Tak berapa lama, sosok laki-laki paruh baya membukakan gerbang yang menjulang itu. "Pak Karmin," sapa Kaliya dengan ramah. "Eh, Neng Kaliya. Udah lama banget nggak ke sini. Cari siapa?" "Loh? Ya cari Tiny dong." "Neng Kaliya nggak tahu kalau Non Tiny masuk rumah sakit?" "Hah?!" Kaliya setengah berteriak karena benar-benar kaget dan tak menyangka. Bang Indra yang mendengar jeritan tertahan Kaliya langsung me

