WAKTU BERLALU dengan sangat cepat. Sudah dua hari Teraza diskors dan tidak mengikuti sekolah. Sejak itu, Teraza tetap berangkat dari rumah dan pamit pada Papa untuk sekolah. Lalu, ia menjemput Kaliya, pergi ke Foodcourt tempat biasa mereka menghabiskan waktu, kembali menjemput Kaliya pulang, baru ia pulang ke rumahnya. Dan Papa sama sekali tidak curiga. Kejadian yang menimpa Teraza sudah menjadi rahasia umum di SMA Tunas Bangsa. Tapi, pihak sekolah berusaha merahasiakan kejadian itu dari pihak luar selama penyelidikan masih berlangsung. Kaliya benar-benar merasa sendirian. Seusai diantar Teraza, ia duduk termenung di bangku taman sekolah mereka yang terletak cukup strategis untuk melihat orang yang lalu-lalang. Sekolah sudah semakin ramai, tapi Kaliya merasa sangat kesepian ditepi hatiny

