Sandra

570 Kata
"DOKTER RESIDEN! SUDAH TAHU IGD PENUH BUKANNYA BANTUIN MALAH ASIK MENGOBROL, KALIAN NIAT JADI DOKTER ATAU TIDAK? CEPAT SIAP-SIAP" Sang Konsulen berteriak dengan amarah yang menggebu-gebu. Suasana IGD yang sangat kacau dikarenakan ada kecelakaan beruntun yang mengakibatkan banyaknya korban dan harus dilarikan ke rumah sakit ini karena tempat ini adalah rumah sakit terdekat. "DOKTER SANDRA! AMBILKAN OKSIGEN CEPAT! LARI SEKARANG HARUS LARI JANGAN JALAN, CEPAT LARI!" Ucap Konsulen memerintah Sandra. Katakan Sandra hari ini sedang tidak merasa baik-baik saja dikarenakan sebelum berangkat tadi pagi suhu tubuhnya bahkan bisa dibilang tinggi. "halo ja, sandra colapse di rs. boleh tolong hubungi orang tuanya?" ucap Satria sang teman sejawatnya. Menelfon Raja yang merupakan teman sejawatnya juga. Ya Sandra, baru juga diomongin kalau tubuhnya sedang tidak baik-baik saja, dan akhirnya dia colapse di Rumah sakit. "Aku kenapa sih, bikin susah konsulen saja aduh sandra bodoh! kenapa segala pingsan juga! bodoh bodoh bodoh!" Sandra yang selalu menyalahkan dirinya sendiri. "Ga pantas jadi dokter bener" Ucapnya lagi dibarengi dengan memukul kepalanya sendiri. "Hey aduh, anak bapak gaboleh mukulin kepala sendiri oke? nanti tambah sakit kepalanya, kamu kenapa sayang sini cerita sama bapak" Ucap Ananta Herdiawan seorang ayah yang selalu perhatian dengan anaknya--- "Aku kok bodoh banget sih pak aduh gimana ya, besok aku bakal dimarahin konsulen, kenapa aku harus sakit ya ampun bagaimana ini aduh" ucapnya masih merapalkan kalau dia itu bodoh. Ya Sandra Herdiawan nama pendeknya, yang selalu merasa kecil. Padahal nyatanya dia adalah orang yang sangat hebat. Susah bukan menjadi dokter dan dia bisa lulus tepat waktu bahkan cumlaude. "Bobobi datang!!!!" Teriak Fara dengan membawa tentengan kresek yang mungkin isinya Bobobi. "Mau Bobobi! ini beli dimana far? enggak beli di pinggir SD kan?" Ucap sandra, karena dia sangat tahu bahwa Bobobi depan SD menurutnya tidak enak. Pahit katanya. "Bapak ganteng mau Bobobi?" Tawar Fara untuk sang orang tua Sandra. "Dimakan aja Far bobobinya, bapak sudah kenyang tadi beli bakmi jawa didepan." Ucap bapak. "Bakmi Jawa yang mana pak? Yang bu yumi itu bukan?" Sela Sandra. "Iya di Bu Yumi" Jawab Bapak singkat. "Aaah kangen bu Yumi, padahal kan deket tinggal srut sampe di bu yumi, tapi Raja sama Satria haduh ngajaknya beli olive mulu" Jelas Sandra sambil menggerutu dikarenakan teman sejawatnya hanya mengajak makan geprek. Jangan bilang mentang-mentang Dokter mereka makan sehat, karena di pikiran WGG Squad atau bisa dibilang (Raja, Satria, Sandra) makanan micin adalah yang terbaik. Dan itu betul, memang makanan micin adalah yang terbaik. "Kasian banget lu makannya olive mulu. Sekali-kali kek makan KFC atau MCD biar classy dikit." remeh Fara. Ya memang Dokter Residen gaji yang belum seberapa dibandingkan dengan Fara banker di Bank Swasta. Karena menurut Sandra jika makanan lebih dari 20.000 adalah makanan mahal, sedangkan olive masih diharga kurang dari 20.000, dan kembalian bisa untuk uang parkir. cukup irit bukan? "Ra, mau gua kenalin cowo ngga? dia arsitek, blind date gitu mau ya ya ya!" Ucap Fara. 'Apa-apaan blind date. nanti ketemu sekali langsung kabur' Ucap sandra dalam hati. "Ga capek lu nyuruh gua blind date? yang dulu aja langsung kabur bilangnya gua kaku" Jelasnya. Karena pengalaman dulu dimana Sandra mengikuti blind date dan berakhir ditinggal. "Ya udah deh" ucap sandra final. -----------------------------{}{}{}--------------------------- SANDRA'S CIRCLE Name : Safarra Aulia Ramadhani Job : Banker on bank swasta Name : Putri Fadzila Haque Job : Konsulen Bangunan on Asana Studio Name : Raja Bagaskara Sutedja Soepardi Job : Dokter Residen Name : Satria Wong Kesuma Atmadji Job : Dokter Residen
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN