Kesetiaan Mantan Gangster

1070 Kata

Keramaian lalu lintas Ibu Kota tampaknya tidak akan pernah sepi meski malam telah larut. Kaliya duduk termenung di sebuah warung jamu milik salah satu mantan anak buah Ibu angkatnya. "Melamun aja," sentak Pendi sambil menaruh bandrek telur di hadapan Kaliya. Terdengar hela nafas Kaliya yang terasa berat. Menghempas dengan raut wajah muram. "Bah, menurut Abah ni ya Ibu bakal sembuh gak, sih? Terus terang baru kali ini Kay merasa frustasi." Pria sepuh yang kerap disapa Abah Pen itu melakukan hal yang sama— menghela dengan raut wajah frustasi. "Abah juga gak tau Neng. Abah berharap Nandini bisa kembali seperti semula meskipun itu mustahil. Sejak kematian Tedi dia jadi linglung, ya gimana nggak. Belahan jiwanya pergi tanpa pamit, tanpa pesan terakhir. Semua terjadi tanpa kita sangka-sang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN