Garen terpaku melihat dari kaca ruangan ICU rumah sakit. Seorang wanita paruh baya yang cantik sedang terbujur dengan wajah tirus akibat tubuhnya yang kurus kering. Garen baru menyadari apa yang diceritakan Kaliya kepada pria tadi bukanlah kebohongan. "Dia Ibu angkat gue, sudah tiga tahun hidup dengan mengandalkan alat-alat itu. Setiap bulan biaya rumah sakit yang harus kami bayar sekitar lima puluh juta paling rendah dua puluh. Kebetulan kepala yayasan adalah teman baik Ibu jadi kami bisa membayar tagihan setiap bulan." "Jadi, kamu selama ini kamu menipu demi membayar rumah sakit?" Kaliya mengangguk. "Abang gue sudah mau menyerah tapi gue tetap yakin kalau Ibu pasti bakal bangun lagi kayak dulu." Garen tak kuasa mendengar harapan semu Kaliya. Jika dokter saja sudah menyuruhnya men

