"Kamu benar-benar keterlaluan, Ren! Setelah dia mempermalukan aku, kamu masih mau menikahi dia?" Hera menghempaskan kemarahannya di ruang keluarga. "Kalau memang kamu gak mau aku menikahi dia— sudahi drama permaduan ini!" "Supaya kamu bisa lebih bebas bersama dia kalau aku sudah gak ada?" Hera masih berbicara dengan nada tinggi. "Kamu pikir dengan adanya Viona, aku gak bisa bebas? Justru lebih bebas karena ada pengasuh untuk anak kita!" "Aku gak nyangka kamu sudah memiliki pikiran seperti itu sebelum aku meninggal. Apa kamu gak memikirkan perasaanku yang selalu dikecam ketakutan melewati detik demi detiknya?" "Aku mencemaskanmu, Hera! Lebih dari kecemasanmu. Tapi apa? Kau malah membuatku sedih setiap detiknya. Aku ingin mengetahui tentang penyakitmu, ikut terlibat dalam proses pe

