Calon Madu

1075 Kata

Hari ini Garen melarang Kaliya masuk kerja. Kondisi kakinya semakin memburuk, kulitnya melepuh dan semakin membengkak. Suhu tubuhnya mendadak panas, kini ia terbaring tak berdaya. "Ayo kita ke rumah sakit!" Garen mengangkat tubuh Kaliya dan membawanya ke mobil. Kali ini dia tidak bisa menolak lagi. "Daripada gak berdaya di atas tempat tidur mending berobat, deh!" gumamnya pasrah. "Iyalah! Kenapa harus takut sama Dokter?" "Mendingan ketemu segerombolan berandalan daripada ketemu jarum suntik." "Memangnya kamu berani menghadapi mereka?" "Cih! Kalau cuma berandalan aja sih ngapain mesti takut?!" Garen hanya menggeleng mendengar ucapannya itu. Kalau soal adu mulut dia memang jagonya tapi untuk adu fisik sepertinya Kaliya bukan tipikal gadis yang rela kukunya hancur berantakan. Se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN