Kaliya hanya melamun di ruang tunggu, hatinya sedang berkecamuk oleh kata-kata Garen tadi. Biasanya dia tidak akan tinggal diam melihat Viona dan Yudha berdekatan, malam ini dia mengabaikan mereka. Ulfa merasa heran melihatnya, selama mengenal Kaliya baru kali ini sikapnya terlihat sangat kalem. "Lo baik-baik aja 'kan?" Kaliya menegakkan tubuhnya, kepalanya menunduk dengan raut wajah lelah. "Kalau gue bilang pasti lo bakal ketawa." "Ngapain gue harus ketawa?" Kaliya belum sempat menjawab, interkom berbunyi. Seorang tamu memesan snack, giliran Ulfa meladeni karena ruangan itu adalah pegangannya. "Bentar gue ambil pesanan dulu ke dapur." "Oke!" Kaliya kembali menyadarkan kepalanya di sofa. Tak lama suara interkom kembali berbunyi, Viona berkata kepada Kaliya untuk mengambil pes

