Kaliya memulai rencananya dengan memasukkan obat pencahar ke dalam minuman Hera. Biasanya Hera selalu mengkonsumsi jus alpukat sebelum tidur. "Biar makin berkhasiat dah tuh! Dasar bodoh, jus alpukat diminum malam-malam apa gak numpuk itu kolesterol. Nek-nek udah tua bukannya tambah pinter malah tambah bego!" Benar saja, Hera meraung seraya memegangi perutnya. Ia merasa melilit hebat, sampai keringat dingin. Kaliya terpingkal berdiri di sisi railing di lantai dua menikmati kegaduhan di lantai dasar. Tak lama Sherina berlari menghampirinya. "Kak si Oma, eh! Maksud Sherin Kak Hera mau melahirkan." "Oh ya?! Ayo cepat kita bawa ke rumah sakit." Kaliya bergegas turun menghampiri Hera. Dia sengaja memilih waktu dimana Garen sedang ada meeting di kantor utama supaya bisa mengambil alih k

