Kecemburuan Hera

1014 Kata

Hari pernikahan sudah semakin dekat. Hera semakin dihantui perasaan cemburu terhadap Garen, ia mengetahui suaminya itu mempersiapkan pernikahan sendiri. Sementara dulu saat mereka menikah Garen hanya Terima beres saja tanpa melakukan apapun bahkan Hera yang mengatur segala kebutuhan sederhana itu. Garen terlihat bersemangat saat berbicara melalui telepon. "Kamu harus datang pokoknya. Aku gak mau dengar alasan apapun." Suara dari seberang sana menjawab, "Pastinya Bro! Kamu sudah bilang berapa kali dalam seminggu ini, mana mungkin aku gak datang. Pernikahan kamu dulu mendadak banget mana sempat aku terbang dari Jogja ke Jakarta." "Oke pokoknya kamu harus datang, titik!" "Iya … aku sudah siapkan kado spesial buat kalian. Sania yang memilihkan, katanya Istri kamu pasti seneng." "Wah!

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN