Kaliya tersenyum mengejek pada Garen setelah pembicaraan serius dan membosankan baginya itu selesai. Dia berdiri di samping Garen seraya menyeruput kopi hangat yang tersedia di meja prasmanan. "Luar biasa niat banget lo sampe sewa orangtua palsu segala." Garen menjawab dengan santai, "Aku gak nyewa, kok!" "Ma-maksud lo?" Dari balik tanaman asoka yang berbentuk bundar besar, Sherina menguping pembicaraan mereka. "Mereka memang orangtuaku!" Seketika Kaliya menyemburkan kopi hangat itu sampai memercik ke serbet prasmanan. Dia segera mengelap mulutnya dengan punggung tangan lalu bertanya, "Lo serius?" Masih dengan gaya santai Garen mengangguk. "Serius! Dia ayah kandungku, sementara wanita itu ibu tiriku dan ABG yang datang sama mereka adalah adik tiriku." Bukan main terkejutnya

